PENAPOS • Portal Berita Cepat & Terkini
PENAPOS
2
Rizky
BREAKING
Pemerintah daerah tetapkan kebijakan baru untuk UMKMHarga kebutuhan pokok stabil di beberapa kota besarTim sepak bola lokal juara turnamen regionalFestival budaya kembali digelar di kota
Diskusi publik IDE tentang reformasi hukum KUHAP dan Polri
EKONOMI

KADIN Percepat Digitalisasi Ekonomi Desa via KDKMP dan Aplikasi Desapedia

Redaktur Penapos
18 Maret 2026
5 menit baca
Bagikan:

Jakarta, 18 Maret 2026 – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengambil peran strategis dalam mendukung program pemerintah Koperasi Desa Kreatif Mandiri Produktif (KDKMP) sekaligus Masyarakat Berdaya Gizi (MBG), dengan fokus utama pada transformasi ekonomi desa melalui pendekatan digital dan struktural. Pandangan komprehensif disampaikan Raden Tedy, Kepala Badan Pengembangan UMKM dan Koperasi KADIN. KADIN menerima mandat khusus dari pemerintah untuk menyusun Standar Sapras Pendukung Gizi (SSPG) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi implementasi program MBG. Kerangka kerja ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan program yang terstruktur, efektif, serta memiliki standar operasional yang jelas di tingkat lapangan. Raden Tedy menjelaskan bahwa penyusunan SSPG dan SOP menjadi sangat penting karena program pemerintah sering kali terhambat oleh kurangnya pedoman operasional yang konkret. Melalui dokumen ini, pelaku UMKM diharapkan mampu melaksanakan program secara efisien tanpa kebingungan, sehingga manfaatnya dapat tersalur dengan tepat kepada masyarakat sasaran. SSPG dan SOP bukanlah sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan program nasional yang melibatkan jutaan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia. Program MBG secara umum dinilai memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap perkembangan UMKM nasional. Program tersebut berhasil membuka peluang usaha baru terutama di sektor pangan dan gizi yang merupakan tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia. Aktivitas ekonomi masyarakat mengalami peningkatan yang substansial, ditandai dengan laporan UMKM peserta yang mencatat kenaikan omset dan ekspansi jangkauan pasar. Inisiatif distribusi produk gizi sehat melalui jaringan UMKM telah melahirkan rantai pasok inovatif, memungkinkan pedagang kecil untuk menjual produk bernilai tambah seperti makanan fortifikasi atau komoditas organik lokal. Hasilnya, UMKM memperoleh keuntungan ekonomi yang nyata sekaligus masyarakat mendapatkan akses nutrisi yang lebih berkualitas. Raden Tedy menekankan peran MBG sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi dari bawah, yang sejalan dengan target nasional inklusi finansial UMKM mencapai 90 persen pada tahun 2026. Pelaksanaan MBG di lapangan belum sepenuhnya optimal akibat adanya oknum yang menyalahgunakan program untuk kepentingan pribadi, seperti pengalihan dana atau distribusi tidak merata. Masalah tersebut menjadi akar dari berbagai kekurangan implementasi, termasuk proses penyerapan anggaran yang lambat dan ketidakadilan akses bagi UMKM di daerah terpencil. Kondisi ini merusak kepercayaan publik dan menghambat pencapaian target nasional. KADIN melalui peran aktif dalam SSPG-SOP berupaya menutup celah tersebut dengan pengawasan yang lebih ketat. Tanpa penanganan tegas, potensi besar MBG sebagai penggerak ekonomi nasional dapat hilang begitu saja. Kenaikan harga bahan pokok penting menjadi dampak konkret dari MBG, disebabkan lonjakan permintaan bertemu pasokan terbatas. Komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, gula dan telur mengalami inflasi 10-15 persen, membebani rumah tangga miskin. Pemerintah dan KADIN harus intervensi melalui impor dan subsidi targeted. Selain MBG, program KDKMP mendapat perhatian serius pemerintah untuk merevitalisasi koperasi desa secara nasional. Kementerian Pertahanan melakukan rekrutmen besar-besaran sebanyak 30.000 orang pendamping KDKMP yang akan bertugas di seluruh wilayah Indonesia. Angka tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah menjangkau ribuan desa dari Sabang hingga Merauke. KADIN menanggapi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) KDKMP khusus yang bertugas melakukan koordinasi dan pendampingan langsung di tingkat daerah. Peran strategis ini dimungkinkan oleh jaringan luas KADIN dengan pelaku usaha, memastikan program tidak hanya bersifat birokratis tetapi juga sangat praktis di lapangan. Satgas KDKMP akan menjadi jembatan efektif antara kebijakan pusat dan realitas lokal, membantu koperasi desa bangkit dari keterpurukan pasca-pandemi.